Tak PD Karena Perut Buncit? Pahami Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Siapa yang suka dengan perut buncit? Ketika melihat ke cermin dan bayangan perut besar anda terpantul di sana, pasti rasanya ingin menekan perut ke dalam agar terlihat lebih ramping. Hal ini wajar kok, karena banyak orang mengeluhkan perut buncit yang membuat kepercayaan diri jadi turun. Banyak cara dilakukan agar perut bisa mengecil, mulai dari diet hingga sit-up puluhan kali. Namun dengan semua usaha itu, apakah anda sudah benar-benar paham mengenai perut buncit?

Perut buncit disebabkan oleh penumpukan lemak di area perut. Karena penumpukan ini, perut buncit juga sering disebut obesitas perut atau obesitas central. Nah, ada dua jenis lemak yang berada di area tersebut yakni lemak subkutan dan lemak viseral. Di antara keduanya, lemak viseral dinilai lebih berbahaya dan paling sulit dihilangkan. Bahkan, lemak ini sering disebut-sebut sebagai penyebab perut buncit yang utama.

Lemak viseral merupakan jenis lemak yang mengelilingi organ di sekitar perut seperti hati, lambung, dan organ pencernaan lain. Lemak ini berbahaya karena melepas senyawa yang dapat menyebabkan peradangan, yakni sitokin dan asam lemak bebas. Sitokin dapat menyebabkan peradangan yang membawa risiko serangan jantung dan stroke, sedangkan asam lemak bebas dapat terserap ke berbagai organ tubuh, terkhususnya hati, sehingga menaikkan kolesterol jahat yang dapat mengganggu kerja insulin. Jika kerja insulin terganggu, risiko-risiko lain pada tubuh akan semakin bertambah seperti daya tahan tubuh menurun dan tingginya kadar gula atau diabetes.

Produksi lemak berlebihan ini bisa datang dari berbagai faktor. Salah satu faktor utamanya adalah tingginya asupan kalori yang masuk ke tubuh tanpa diimbangi aktifitas fisik yang dapat membakarnya. Banyak hal yang dapat memicu lonjakan kalori ini seperti stres, ketidakseimbangan hormon, pola makan buruk, pilihan makanan dan minuman yang tinggi kalori, merokok aktif, hingga kurang tidur. Di balik itu, perut buncit juga bisa disebabkan oleh faktor genetik dari orang tua yang obesitas. Selain itu, faktor menopause juga memungkinkan munculnya perut buncit.

Meskipun proses mengecilkan perut buncit tidaklah instan, anda bisa mengurangi produksi lemak di perut dengan beberapa kebiasaan berikut.

    • Pastikan asupan kalori anda cukup sesuai batas normal. Tiap orang punya kebutuhan kalori yang berbeda sehingga tidak ada barometer pasti mengenai hal ini. Namun kalau anda lebih banyak beraktifitas di dalam ruangan dan duduk di depan komputer, coba kurangi asupan kalori harian sebanyak 500-1000 kalori/hari.
    • Konsumsi makanan berserat dan rendah lemak. Kurangi gorengan, karbohidrat, makanan/minuman manis, dan sajian instan karena ketiga jenis makanan ini yang menyumbang kalori paling besar. Anda bisa mulai dengan daging tanpa lemak (contoh: dada ayam, ikan berdaging putih), biji-bijian seperti edamame, almond, dan sebagainya, sayur, buah, dan aneka produk rendah lemak.
    • Atur pola makan dengan baik. Makanlah sesuai warna langit, yakni sarapan, makan siang, dan makan malam dengan porsi secukupnya. Tidak disarankan untuk makan saat stres atau sedih. Bila anda sedang puasa, hindari berbuka dengan porsi besar dan/atau ngemil dengan jumlah banyak. Selain itu, kunyahlah secara perlahan dan tidak terburu-buru, karena makan terburu-buru justru memperlambat proses pencernaan dan justru membuat nafsu makan bertambah.
    • Tidur cukup selama 7-8 jam per hari. Tidur adalah proses pemulihan tubuh yang paling baik, salah satunya menormalkan hormon kortisol yang dapat mengontrol stres. Jika hormon ini meningkat karena kurang tidur, “kesannya” tubuh membutuhkan asupan gula. Nah, hal ini justru menambah kadar kalori yang berakhir pada menumpuknya lemak di perut.
    • Lakukan aktifitas gerak untuk membakar kalori sekaligus kurangi stres. Anda bisa berlatih kardio, senam, atau melakukan kombinasi sit-up, push-up, dan latihan ketahanan tubuh lainnya. Anda bisa ikut kelas gym atau yoga agar dapat berkonsultasi mengenai latihan yang diperlukan. Kurangi stres dengan melakukan stretching ringan, yoga, atau bercerita dengan kerabat terpercaya.
    • Kurangi rokok dan alkohol. Rokok memang dapat menurunkan nafsu makan, sehingga massa tubuh akan lebih mengecil. Namun, lemak yang masuk dalam tubuh justru terdorong pada area perut atau area inti tubuh dan terjadi penumpukan di daerah tersebut. Di sisi lain, alkohol juga pada dasarnya memiliki kalori tinggi yang dapat membuat perut membuncit.

 

Perubahan memang harus dilakukan secara bertahap tapi pasti. Dengan langkah-langkah sederhana di atas, perlahan lemak yang menumpuk di perut akan berkurang. Bila sudah melakukan tahap-tahap di atas secara kontinu tapi tak ada perubahan signifikan, silahkan berkonsultasi dengan ahli gizi untuk saran yang lebih spesifik. Tetap positif, ya!

Foto: Reader’s Digest

 

 

Post Author: kamang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *