Ketombe Tak Mau Hilang? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Seberapa sering anda menggaruk kulit kepala dan muncul serpihan putih setelahnya? Serpihan putih berupa ketombe ini merupakan kulit kepala yang mengelupas akibat faktor tertentu, entah lingkungan, penggunaan shampoo, atau genetik.

Sebetulnya, ketombe bukanlah masalah serius selama kondisinya masih wajar. Pada dasarnya, produksi ketombe disebabkan oleh jamur yang berada di area kulit kepala, yakni jamur Malassezia. Jamur ini mendapatkan asupan dari produksi minyak berlebih di kelenjar rambut, sehingga menghasilkan asam oleic yang menyerap ke kulit kepala dan menimbulkan ketombe. Penyebab produksi minyak berlebih pun beragam antara lain tidak rutin cuci rambut, stres, ketidakstabilan hormon, faktor cuaca, makanan tertentu, penyakit seperti HIV dan parkinson, serta penggunaan produk rambut yang kurang cocok.

Namun, anda perlu hati-hati karena tidak semua serpihan putih di rambut bisa dikatakan sebagai ketombe. Ada kelainan lain yang mirip dengan ketombe seperti psoriasis hingga infeksi jamur atau eksim pada kulit kepala. Bahkan, antara ketombe dan kulit kepala berkerak pun berbeda, lho. Agar tidak salah penanganan, ciri-ciri ketombe perlu dikenali meskipun hal ini tidak mutlak, yakni kulit kepala yang kering, muncul serpihan putih atau sisik kekuningan di permukaan kulit kepala, atau bisa jadi kulit berminyak dengan permukaan yang kemerahan. Selain itu, kulit kepala kerap terasa gatal.

Meskipun ketombe merupakan hal yang normal terjadi, penanganan tetap penting dilakukan supaya kondisinya tidak semakin parah. Pastinya ketombe yang berjatuhan di pundak cukup menganggu penampilan, ya? Namun, belum ada obat yang manjur untuk menuntaskan ketombe. Kelainan ini merupakan kondisi jangka panjang, terjadi secara berkala, dan hanya bisa dikurangi saja, bukan dihilangkan.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah ketombe membandel:

  • Rutin mencuci rambut paling tidak setiap hari dan setelah melakukan aktifitas yang cukup berkeringat. Gunakan jenis shampoo yang mengandung zinc pyrithione, selenium sulfida, dan ketoconazole dengan mengusapkannya pada rambut yang basah dan diamkan selama lima menit sebelum dibilas.
  • Pastikan produk perawatan rambut yang anda gunakan tidak meninggalkan residu. Selain memperbesar kemungkinan munculnya ketombe, produk perawatan beresidu juga dapat menimbulkan iritasi kepala yang lain.
  • Kelola stres agar produksi minyak di kepala tidak meningkat drastis.
  • Atur pola makan dan kurangi jenis makanan yang mengandung seng (Zn), vitamin B, dan jenis lemak tertentu yang dapat memicu pertumbuhan ketombe.
  • Jika sudah melakukan perawatan selama beberapa minggu tapi kondisi ketombe tetap parah, segera hubungi dokter spesialis untuk penanganan lebih lanjut.

Post Author: kamang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *